BENGKALIS [anandadonie.blogspot.com] - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bengkalis melakukan pertemuan orientasi dengan KPA Provinsi Riau dan Dinas Kesehatan
Provinsi Riau. Hal ini sebagai upaya untuk koordinasi dan sharing dalam hal penanganan penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Bengkalis.
''Awal Februari 2013 lalu, kita menemui Ketua KPA Provinsi Riau dan pihak Diskes Riau. Intinya, kita ingin sharing pengetahuan dan pengalaman dalam penangulangan penyakit menular ini. Terlebih jumlah penyakit AIDS di Bengkalis tergolong tinggi,'' ungkap Ketua KPA Kabupaten Bengkalis, Suayatno, Kamis (7/2/13).
Dari hasil pertemuan itu, terdapat beberapa item yang menjadi catatan pihak KPA Kabupaten Bengkalis. Diantaranya, mengenai pelatihan bagi petugas memandikan jenazah pengidap HIV/AIDS.
''Selama ini, ketika ada jenazah yang diduga penderita HIV/AIDS, belum ada penanganan khusus. Padahal sesuai prosedur, harus diperlakukan secara khusus. Seperti mencampur air mandi jenazah dengan desinfektan, kemudian mengunakan pelindung tangan agar tidak tersentuh langsung dengan jenazah,'' ungkapnya.
Suayatno menerangkan, KPA Bengkalis akan melakukan pelatihan dan pemahaman bagi petugas identifikas korban HIV/AIDS di lokalisasi maupun pelayanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) pusat kesehatan. Sejauh ini jumlah VCT di kabupaten Bengkalis baru di RSUD Mandau dan Bengkalis, kedepan pihaknya mengusulkan agar semua Puskesmas satelit mempunyai kemampuan mengidentifikasi penderita HIV/AIDS. (*/Zul)
Provinsi Riau. Hal ini sebagai upaya untuk koordinasi dan sharing dalam hal penanganan penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Bengkalis.
''Awal Februari 2013 lalu, kita menemui Ketua KPA Provinsi Riau dan pihak Diskes Riau. Intinya, kita ingin sharing pengetahuan dan pengalaman dalam penangulangan penyakit menular ini. Terlebih jumlah penyakit AIDS di Bengkalis tergolong tinggi,'' ungkap Ketua KPA Kabupaten Bengkalis, Suayatno, Kamis (7/2/13).
Dari hasil pertemuan itu, terdapat beberapa item yang menjadi catatan pihak KPA Kabupaten Bengkalis. Diantaranya, mengenai pelatihan bagi petugas memandikan jenazah pengidap HIV/AIDS.
''Selama ini, ketika ada jenazah yang diduga penderita HIV/AIDS, belum ada penanganan khusus. Padahal sesuai prosedur, harus diperlakukan secara khusus. Seperti mencampur air mandi jenazah dengan desinfektan, kemudian mengunakan pelindung tangan agar tidak tersentuh langsung dengan jenazah,'' ungkapnya.
Suayatno menerangkan, KPA Bengkalis akan melakukan pelatihan dan pemahaman bagi petugas identifikas korban HIV/AIDS di lokalisasi maupun pelayanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) pusat kesehatan. Sejauh ini jumlah VCT di kabupaten Bengkalis baru di RSUD Mandau dan Bengkalis, kedepan pihaknya mengusulkan agar semua Puskesmas satelit mempunyai kemampuan mengidentifikasi penderita HIV/AIDS. (*/Zul)
Sumber : halloriau
Editor : Ananda Donie

Animasi|Artikel|Unik dan Menarik|Auto Text BB|Blog Code|Blog Info|Blog Tool|Cerita Rakyat|Cinema|
Download|P Ramlee|Mutiara Bijak|HJ-Split|Pendidikan|PTC|Sejarah|SEO|Kesehatan|Tutorial|
Idul Adha|Update Via App|Widget|Cerpen|News
Download|P Ramlee|Mutiara Bijak|HJ-Split|Pendidikan|PTC|Sejarah|SEO|Kesehatan|Tutorial|
Idul Adha|Update Via App|Widget|Cerpen|News
Copyright © 2012 by Ananda Donie. All rights reserved


"
"
"
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Accept criticism and suggestions from friends for the perfection of this Blog.
Hopefully this article useful,
Thank you :)