Ananda Donie | Bengkalis, Riau
RENGAT [anandadonie.blogspot.com] - Ribuan masyarakat yang berasal dari berbagai
Kecamatan di Inhu menghadiri pelantikan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten. Inhu, Kamis (4/7/2013). Akibat ramainya masyarakat yang hadir replika Istana Kesultanan Indragiri sebagi lokasi acara tidak mampu menampung masyarakat yang datang.
Acara pengukuhan dan pelantikan pengurus LAMR Inhu masa khidmat 2013-2018 dilakukan oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Propinsi Riau H. Tenas Effendi dan Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH) LAMR Riau Al-Azhar.
Pengukuhan dan pelantikan LAMR Inhu ditandai dengan pemasangan tajak, selempang, ikat pinggang kepada Ketua MKA LAMR Inhu H. Bataram dan Ketua DPH LAMR Inhu H. Zulkifli Gani dan diikuti oleh seluruh pengurus.
Hadir dalam pengukuhan dan pelantikan LAMR Inhu tersebut Wakil Gubernur Riau R. Mambang Mit, Wakil Bupati Inhu Harman Harmaini, Ketua DPRD Inhu Arif Ramli, pejabat Pemprop Riau, mantan Sekda Inhu Tengku Razmara, tokoh pemuka masyarakat Inhu di Pekanbaru.
Serta juga tokoh adat, mantan anggota DPRD Inhu, tokoh paguyuban se Inhu, pimpinan BUMN dan ribuan undangan lainnya.
Usai dilantik Ketua DPH LAMR Inhu H. Zulkifli Gani mengungkapkan bahwa LAMR Inhu memikul beban dan tanggung jawab yang berat terutama sekali dalam menjalankan amanah. Terutama sekali dalam hal membangkitkan dan mengembangkan budaya serta adat istiadat luhur melayu di Kab. Inhu dalam artian seluas-luasnya.
Sementara itu Ketua DPH LAMR Inhu Al-Azhar mengungkapkan mengenai hutang untuk memperkasakan melayu di bumi Inhu. Nenek moyang masyarakat melayu dahulunya sudah membayar hutangnya dalam memperkasakan melayu, sebagai bukti adanya replika istana ini serta juga banyaknya situs-situs bersejarah di Inhu.
Sementara itu Ketua MKA LAMR Riau H. enas Effendi lebih banyak menjelaskan mengenai petuah-petuah melayu yang harus dapat menjadi tuan di rumah sendiri. Serta juga memberikan pemahaman kepada para pendatang agar jangan hanya mencari makan saja tetapi juga membangun daerah.
Wakil Bupati Inhu Harman Harmaini dalam sambutannya mengulas sedikit tentang hak-hak adat yang belum tersentuh sepenuhnya, persoalan tanah misalnya.
Wakil Gubernur Riau R. Mambang Mit yang didaulat memberikan sambutan paling akhir menjelaskan bahwa Perda Riau No 1 tahun 2012 merupakan inisiatifnya sendiri untuk menyampaikannya ke DPRD Riau.
"LAMR sangat besar perannya, ada hal-hal yang idak bisa dilaksanakan oleh pemerintah seperti masalah adat-istiadat.Kalau kita tidak bisa mengembangkan budaya ataupun adat istiadat berarti kita tidak beradat, perlu pengetahuan, pemahaman yang lebihmendalam lagi,"jelas Mambang.(dasmun/MRnetwork).
Kecamatan di Inhu menghadiri pelantikan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten. Inhu, Kamis (4/7/2013). Akibat ramainya masyarakat yang hadir replika Istana Kesultanan Indragiri sebagi lokasi acara tidak mampu menampung masyarakat yang datang.
Acara pengukuhan dan pelantikan pengurus LAMR Inhu masa khidmat 2013-2018 dilakukan oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Propinsi Riau H. Tenas Effendi dan Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH) LAMR Riau Al-Azhar.
Pengukuhan dan pelantikan LAMR Inhu ditandai dengan pemasangan tajak, selempang, ikat pinggang kepada Ketua MKA LAMR Inhu H. Bataram dan Ketua DPH LAMR Inhu H. Zulkifli Gani dan diikuti oleh seluruh pengurus.
Hadir dalam pengukuhan dan pelantikan LAMR Inhu tersebut Wakil Gubernur Riau R. Mambang Mit, Wakil Bupati Inhu Harman Harmaini, Ketua DPRD Inhu Arif Ramli, pejabat Pemprop Riau, mantan Sekda Inhu Tengku Razmara, tokoh pemuka masyarakat Inhu di Pekanbaru.
Serta juga tokoh adat, mantan anggota DPRD Inhu, tokoh paguyuban se Inhu, pimpinan BUMN dan ribuan undangan lainnya.
Usai dilantik Ketua DPH LAMR Inhu H. Zulkifli Gani mengungkapkan bahwa LAMR Inhu memikul beban dan tanggung jawab yang berat terutama sekali dalam menjalankan amanah. Terutama sekali dalam hal membangkitkan dan mengembangkan budaya serta adat istiadat luhur melayu di Kab. Inhu dalam artian seluas-luasnya.
Sementara itu Ketua DPH LAMR Inhu Al-Azhar mengungkapkan mengenai hutang untuk memperkasakan melayu di bumi Inhu. Nenek moyang masyarakat melayu dahulunya sudah membayar hutangnya dalam memperkasakan melayu, sebagai bukti adanya replika istana ini serta juga banyaknya situs-situs bersejarah di Inhu.
Sementara itu Ketua MKA LAMR Riau H. enas Effendi lebih banyak menjelaskan mengenai petuah-petuah melayu yang harus dapat menjadi tuan di rumah sendiri. Serta juga memberikan pemahaman kepada para pendatang agar jangan hanya mencari makan saja tetapi juga membangun daerah.
Wakil Bupati Inhu Harman Harmaini dalam sambutannya mengulas sedikit tentang hak-hak adat yang belum tersentuh sepenuhnya, persoalan tanah misalnya.
Wakil Gubernur Riau R. Mambang Mit yang didaulat memberikan sambutan paling akhir menjelaskan bahwa Perda Riau No 1 tahun 2012 merupakan inisiatifnya sendiri untuk menyampaikannya ke DPRD Riau.
"LAMR sangat besar perannya, ada hal-hal yang idak bisa dilaksanakan oleh pemerintah seperti masalah adat-istiadat.Kalau kita tidak bisa mengembangkan budaya ataupun adat istiadat berarti kita tidak beradat, perlu pengetahuan, pemahaman yang lebihmendalam lagi,"jelas Mambang.(dasmun/MRnetwork).
Sumber : halloriau
Editor : Ananda Donie
Animasi|Artikel|Unik dan Menarik|Auto Text BB|Blog Code|Blog Info|Blog Tool|Cerita Rakyat|Cinema|
Download|P Ramlee|Mutiara Bijak|HJ-Split|Pendidikan|PTC|Sejarah|SEO|Kesehatan|Tutorial|
Idul Adha|Update Via App|Widget|Cerpen|News
Download|P Ramlee|Mutiara Bijak|HJ-Split|Pendidikan|PTC|Sejarah|SEO|Kesehatan|Tutorial|
Idul Adha|Update Via App|Widget|Cerpen|News
Copyright © 2012 by Ananda Donie. All rights reserved

"
"
"
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Accept criticism and suggestions from friends for the perfection of this Blog.
Hopefully this article useful,
Thank you :)