Ananda Donie | Bengkalis, Riau
PEKANBARU [anandadonie.blogspot.com] - Walikota
Pekanbaru Firdaus MT menyatakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online pada tahun 2013-2014 tidak ada kecurangan. Pasalnya sistem ini dibuat dengan tiga model penerimaan dan dilakukan melalui internet.
Hal ini disampaikan Walikota Pekanbaru beserta Satuan Perangkat Kerja Daerah(SKPD) mengunjungi sejumlah sekolah di Pekanbaru. "Melalui sistem online ini, tidak bisa bermain baik dengan sistem tempatan, regular dan prestasi," yakin Firdaus MT, usai peninjauan langsung proses pelaksanaan PPDB di SMPN I lalu meneruskan perjalanan ke SMA I dan beberapa sekolah lainya, Kamis (27/6/2013).
Wako menjelaskan sistem transparansi dalam penerimaan sisiwa baru haru sdilakukan dengan jujur. Hal ini termasuk pengimput data. Yang jelas, katanya lagi, jumlah siswa tempatan, jumlah siswa reguler, jumlah anak didik dan tenaga pendidik diterima sesuai porsi peraturan yang berlaku.
"Masalah PPDB ini tidak boleh main-main. Apakah penerimaan itu sesuai siswa tempatan, jumlah siswa reguler, jumlah anak pendidik dan tenaga kependidikan diterima sesuai peraturan yang berlaku," tegasnya.
Terkait adanya manipulasi nilai PPDB, Wako mengatakan hal tersebut tidak akan terjadi. Pasalnya sistem PPDB dilakukan dengan tiga jalur. Pertama, sistem reguler sehingga siswa diberi kesempatan memilih tiga sekolah pilihan.
"Jika pilihan pertama ia tidak masuk rangking maka peserta didik akan tergeser secara otomatis ke pilihan kedua. Dan, seterusnya hingga pilihan ke tiga jika tidak memenuhi rangking maka peserta didik akan tersisih," jelasnya.
Sementara pendekatan kedua, anak tempatan diprioritaskan, yakni ditentukan radius dari keberadaan sekolah secara umum 500 meter. Dan, jalur ketiga adalah jalur prestasi, baik prestasi olahraga, prestasi keilmuan di tingkat kota maupun provinsi.
"Saat ini sistem PPDB berjalan baik dan lancar. Kalaupun ada siswa yang terseret ke belakang sesuai urutannya, hal itu dikarenakan salah dalam memilih sekolah pilihan," imbuhnya.
Sementara, terkait adanya kecurangan-kecurangan PPDB ke depan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru membuka posko pengaduan. Posko ini bertunjuan menampung laporan masyarakat dalam penerimaan siswa baru. (Rico Saputra/MRNetwork)
Pekanbaru Firdaus MT menyatakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online pada tahun 2013-2014 tidak ada kecurangan. Pasalnya sistem ini dibuat dengan tiga model penerimaan dan dilakukan melalui internet.
Hal ini disampaikan Walikota Pekanbaru beserta Satuan Perangkat Kerja Daerah(SKPD) mengunjungi sejumlah sekolah di Pekanbaru. "Melalui sistem online ini, tidak bisa bermain baik dengan sistem tempatan, regular dan prestasi," yakin Firdaus MT, usai peninjauan langsung proses pelaksanaan PPDB di SMPN I lalu meneruskan perjalanan ke SMA I dan beberapa sekolah lainya, Kamis (27/6/2013).
Wako menjelaskan sistem transparansi dalam penerimaan sisiwa baru haru sdilakukan dengan jujur. Hal ini termasuk pengimput data. Yang jelas, katanya lagi, jumlah siswa tempatan, jumlah siswa reguler, jumlah anak didik dan tenaga pendidik diterima sesuai porsi peraturan yang berlaku.
"Masalah PPDB ini tidak boleh main-main. Apakah penerimaan itu sesuai siswa tempatan, jumlah siswa reguler, jumlah anak pendidik dan tenaga kependidikan diterima sesuai peraturan yang berlaku," tegasnya.
Terkait adanya manipulasi nilai PPDB, Wako mengatakan hal tersebut tidak akan terjadi. Pasalnya sistem PPDB dilakukan dengan tiga jalur. Pertama, sistem reguler sehingga siswa diberi kesempatan memilih tiga sekolah pilihan.
"Jika pilihan pertama ia tidak masuk rangking maka peserta didik akan tergeser secara otomatis ke pilihan kedua. Dan, seterusnya hingga pilihan ke tiga jika tidak memenuhi rangking maka peserta didik akan tersisih," jelasnya.
Sementara pendekatan kedua, anak tempatan diprioritaskan, yakni ditentukan radius dari keberadaan sekolah secara umum 500 meter. Dan, jalur ketiga adalah jalur prestasi, baik prestasi olahraga, prestasi keilmuan di tingkat kota maupun provinsi.
"Saat ini sistem PPDB berjalan baik dan lancar. Kalaupun ada siswa yang terseret ke belakang sesuai urutannya, hal itu dikarenakan salah dalam memilih sekolah pilihan," imbuhnya.
Sementara, terkait adanya kecurangan-kecurangan PPDB ke depan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru membuka posko pengaduan. Posko ini bertunjuan menampung laporan masyarakat dalam penerimaan siswa baru. (Rico Saputra/MRNetwork)
Sumber : halloriau
Editor : Ananda Donie
Animasi|Artikel|Unik dan Menarik|Auto Text BB|Blog Code|Blog Info|Blog Tool|Cerita Rakyat|Cinema|
Download|P Ramlee|Mutiara Bijak|HJ-Split|Pendidikan|PTC|Sejarah|SEO|Kesehatan|Tutorial|
Idul Adha|Update Via App|Widget|Cerpen|News
Download|P Ramlee|Mutiara Bijak|HJ-Split|Pendidikan|PTC|Sejarah|SEO|Kesehatan|Tutorial|
Idul Adha|Update Via App|Widget|Cerpen|News
Copyright © 2012 by Ananda Donie. All rights reserved
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Accept criticism and suggestions from friends for the perfection of this Blog.
Hopefully this article useful,
Thank you :)